Pemprov Kaltim Minta Masyarakat Kenalkan Identitas Budaya Daerah

img

(Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni saat memberikan penghargaan Anugerah Kebudayaan kepada 15 pelaku seni/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Meriahnya malam Pekan Budaya Daerah yang mengusung tema “Ibu kota dengan Pilar Budaya” dihiasi beragam tarian indah dari kabupaten-kabupaten yang ada di Kalimantan Timur. Serta pemberian penghargaan anugerah budaya kepada pelaku seni. Acara ini digelar dihalaman Museum Mulawarman Tenggarong Sabtu (6/7/2024).

Pada sambutan PJ Gubernur Kaltim Akmal Malik yang disampaikan Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas kegiatan pekan kebudayaan daerah ini.

Kaltim yang terkenal dengan corak berbagai macam suku,agama,adat yang berbeda tetapi dengan adanya kegiatan kebudayaan seperti ini diharapkan bisa mengolah rasa dan raga untuk membangun toleransi.

“Kebudayaan menjadi salah satu ciri identitas daerah kita, saat ini dengan akan hadirnya ibukota Nusantara tentu Kaltim menjadi pusat perhatian termasuk juga dengan identitas yang kita miliki, banyak orang luar ingin mengenal lebih dekat tentang identitas Kaltim salah satunya adalah lewat seni dan budaya.” ungkap  Sri Wahyuni .

Sri juga mengatakan akan terus mengapresiasi mulai dari kabupaten-kabupaten yang telah gencar dan terus-menerus menggunakan identitas budaya daerah. Baik melalui penyelenggaraan festival, upacara adat, dan berbagai pagelaran seni budaya serta duta budaya untuk memperkenalkan budaya dan terus mempertahankan budaya yang ada di daerah Kaltim.

Ia juga meminta kepada masyarakat agar terus mempersiapkan diri, sebab menyadari dengan ditunjuknya Kaltim sebagai IKN tentunya masyarakat luar daerah, ingin tahu dan mengenal lebih dekat budaya Kaltim.

“Maka tugas dari kita untuk menghadirkan sedekat mungkin warna karakter Kaltim lewat seni budaya yang kita miliki, bahkan Kaltim sebagai daerah yang heterogen juga dengan toleransi yang sangat baik, serta harmonisasi masyarakat melahirkan keberagaman budaya yang terpelihara tidak hanya budaya daerah tetapi juga budaya Nusantara.” harap Sri Wahyuni.

Dirinya juga berpesan agar terus mendorong dan memberikan ruang untuk pendidikan dan kebudayaan, khususnya bidang kebudayaan, agar terus mengawal lembaga-lembaga seni budaya baik yang ada di sekolah maupun kelompok-kelompok seni di luar sekolah

“Semakin banyak festival yang kita buat semakin banyak ruang yang kita berikan kepada penggiat seni untuk memberikan mengapresiasi kreativitasnya dan kita juga memberi kesempatan kepada masyarakat.”tutupnya .

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kaltim Muhammad Kurniawan mengungkapkan pagelaran pekan seni kebudayaan ini selain melestarikan kebudayaan daerah, tetapi mampu menjadi pendorong utama dalam meningkatkan perputaran pembangunan ekonomi daerah.

“Khususnya ekonomi pendidikan seni budaya di seluruh provinsi Kalimantan Timur, ini kegiatan yang ke empat. Dan semoga tidak hanya menjadi panggung tetapi juga menjadi wahana untuk silaturahim antara masyarakat.” katanya.

Dijelaskannya pekan kebudayaan daerah Kalimantan Timur ini telah dilakukan sebanyak empat kali dan di tahun 2024 ini adalah pelaksanaan yang ke empat.

“Pelaksanaan kita mulai pada tanggal 4 Juli sampai dengan 6 Juli tahun 2024 di Tenggarong, dengan mengangkat tema ibukota dengan rona pilar budaya berhasil menciptakan momentum positif. Dan diharapkan dapat terus berkelanjutan dalam upaya membangun dan memajukan kebudayaan provinsi kalangan Timur.”tuturnya. (tan)